Bahagian 1
Section 1
Pengenalan Surah
Introduction
أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١
"Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh), “," — At-Takathur 102:1
"Competition in (worldly) increase diverts you" — At-Takathur 102:1
حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ٢
"Sehingga kamu masuk kubur." — At-Takathur 102:2
"until you visit the graveyards." — At-Takathur 102:2
Surah At-Takathur ialah surah ke-102 dalam Al-Qur’an, terdiri daripada 8 ayat dalam Juzuk 30 (Juz 'Amma). Ia diturunkan di Makkah al-Mukarramah dan tergolong dalam surah Makkiyyah. Nama At-Takathur bermaksud “berlumba-lumba memperbanyak” atau “bermegah-megah” dengan harta, anak-pinak, pangkat dan pengaruh. Surah ini mengandungi peringatan keras tentang bahaya sifat tamak dan lalai terhadap kehidupan akhirat.
Surah At-Takathur is the 102nd surah of the Qur'an, with 8 verses in Juz 30 (Juz 'Amma). It was revealed in Makkah and is a Makkan surah. At-Takathur means "competing in increase" or "boasting" of wealth, children, rank and influence. It carries a stern warning about greed and heedlessness of the Hereafter.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ التَّكَاثُرِ |
| Makna Nama | Bermegah-megah / Berlumba-lumba Memperbanyak |
| Nama Lain | Alhākum (Telah Melalaikan Kamu) |
| Nombor Surah | 102 |
| Bilangan Ayat | 8 ayat |
| Juzuk | 30 (Juz 'Amma) |
| Jenis Wahyu | Makkiyyah (diturunkan di Makkah) |
| Surah Sebelum / Selepas | Al-Qari'ah (101) / Al-'Asr (103) |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ التَّكَاثُرِ |
| Meaning | The Rivalry in Increase |
| Other Name | Alhakum (It Has Diverted You) |
| Surah Number | 102 |
| Total Verses | 8 verses |
| Juz | 30 (Juz 'Amma) |
| Revelation | Makkan (revealed in Makkah) |
| Previous / Next Surah | Al-Qari'ah (101) / Al-'Asr (103) |
Bahagian 2
Section 2
Teks Penuh & Terjemahan
Full Text & Translation
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1
Verse 1
أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١
"Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh), “,"
"Competition in (worldly) increase diverts you"
Ayat 2
Verse 2
حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ٢
"Sehingga kamu masuk kubur."
"until you visit the graveyards."
Ayat 3
Verse 3
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ٣
"Jangan sekali-kali (bersikap demikian)! Kamu akan mengetahui kelak (akibatnya yang buruk semasa hendak mati)!"
"No! You are going to know."
Ayat 4
Verse 4
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ٤
"Sekali lagi (diingatkan): jangan sekali-kali (kamu bersikap demikian)! Kamu akan mengetahui kelak akibatnya yang buruk pada hari kiamat)!"
"Then no! You are going to know."
Ayat 5
Verse 5
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ ٥
"Demi sesungguhnya! Kalaulah kamu mengetahui - (apa yang kamu akan hadapi) - dengan pengetahuan yang yakin, (tentulah kamu akan mengerjakan perkara-perkara yang menjadi bekalan kamu untuk hari akhirat)."
"No! If you only knew with knowledge of certainty..."
Ayat 6
Verse 6
لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ ٦
"(Ingatlah) demi sesungguhnya! - Kamu akan melihat neraka yang marak menjulang."
"You will surely see the Hellfire."
Ayat 7
Verse 7
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ ٧
"Selepas itu - demi sesungguhnya! - kamu (wahai orang-orang yang derhaka) akan melihatnya dengan penglihatan yang yakin (semasa kamu dilemparkan ke dalamnya)!"
"Then you will surely see it with the eye of certainty."
Ayat 8
Verse 8
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ ٨
"Selain dari itu, sesungguhnya kamu akan ditanya pada hari itu, tentang segala nikmat (yang kamu telah menikmatinya)!"
"Then you will surely be asked that Day about the pleasures (you enjoyed)."
📝 Nota: Terjemahan Bahasa Melayu: Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (Abdullah Muhammad Basmeih), JAKIM. Terjemahan Inggeris ialah terjemahan ringkas maksud ayat.
📝 Note: The Malay translation follows Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (Abdullah Muhammad Basmeih), JAKIM. The English is a concise rendering of the meaning.
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Ayat Demi Ayat
Verse-by-Verse Commentary
Ayat 1–2: Peringatan Berlumba-lumba
Verses 1–2: A Warning Against Rivalry
أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١
"Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh), “," — At-Takathur 102:1
"Competition in (worldly) increase diverts you" — At-Takathur 102:1
حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ٢
"Sehingga kamu masuk kubur." — At-Takathur 102:2
"until you visit the graveyards." — At-Takathur 102:2
Dua ayat pertama ini merupakan amaran tegas kepada manusia yang terleka dengan urusan dunia — mengumpul harta, menghitung zuriat, berbangga dengan kekayaan — sehingga lalai daripada beramal untuk akhirat hingga datangnya maut.
The first two verses are a stern warning to those absorbed in worldly affairs — amassing wealth, counting offspring, boasting of riches — until they neglect deeds for the Hereafter right up to death.
Ayat 3–5: Amaran Berulang
Verses 3–5: A Repeated Warning
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ٣
"Jangan sekali-kali (bersikap demikian)! Kamu akan mengetahui kelak (akibatnya yang buruk semasa hendak mati)!" — At-Takathur 102:3
"No! You are going to know." — At-Takathur 102:3
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ٤
"Sekali lagi (diingatkan): jangan sekali-kali (kamu bersikap demikian)! Kamu akan mengetahui kelak akibatnya yang buruk pada hari kiamat)!" — At-Takathur 102:4
"Then no! You are going to know." — At-Takathur 102:4
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ ٥
"Demi sesungguhnya! Kalaulah kamu mengetahui - (apa yang kamu akan hadapi) - dengan pengetahuan yang yakin, (tentulah kamu akan mengerjakan perkara-perkara yang menjadi bekalan kamu untuk hari akhirat)." — At-Takathur 102:5
"No! If you only knew with knowledge of certainty..." — At-Takathur 102:5
Pengulangan amaran “Kalla!” (sekali-kali tidak!) menunjukkan betapa seriusnya peringatan ini. Para mufassir menjelaskan bahawa amaran pertama merujuk kepada saat kematian dan alam kubur, manakala yang kedua merujuk kepada Hari Kebangkitan. Kebenaran hanya disedari apabila sudah terlambat.
The repeated warning "Kalla!" (By no means!) shows its gravity. Exegetes explain that the first refers to death and the grave, and the second to the Resurrection. The truth is realised only when it is too late.
Ayat 6–8: Soal Jawab tentang Nikmat
Verses 6–8: Questioned About Blessings
لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ ٦
"(Ingatlah) demi sesungguhnya! - Kamu akan melihat neraka yang marak menjulang." — At-Takathur 102:6
"You will surely see the Hellfire." — At-Takathur 102:6
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ ٧
"Selepas itu - demi sesungguhnya! - kamu (wahai orang-orang yang derhaka) akan melihatnya dengan penglihatan yang yakin (semasa kamu dilemparkan ke dalamnya)!" — At-Takathur 102:7
"Then you will surely see it with the eye of certainty." — At-Takathur 102:7
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ ٨
"Selain dari itu, sesungguhnya kamu akan ditanya pada hari itu, tentang segala nikmat (yang kamu telah menikmatinya)!" — At-Takathur 102:8
"Then you will surely be asked that Day about the pleasures (you enjoyed)." — At-Takathur 102:8
Tiga ayat penutup mendedahkan hakikat akhirat — melihat neraka dengan mata kepala sendiri ('ainul yaqin) dan ditanya tentang segala nikmat yang dikecapi di dunia, termasuk nikmat kesihatan dan air yang sejuk. Ini motivasi terkuat untuk manusia bersyukur dan beramal.
The closing verses reveal the reality of the Hereafter — seeing Hell with one's own eyes ('ayn al-yaqin) and being asked about every blessing enjoyed in the world, including health and cool water. This is the strongest motivation to be grateful and do good.
Bahagian 4
Section 4
Perspektif Sains & Kesihatan
Science & Health Perspective
4.1 Tamak dan Kesihatan Mental
4.1 Greed and Mental Health
أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١
"Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh), “," — At-Takathur 102:1
"Competition in (worldly) increase diverts you" — At-Takathur 102:1
💡 Fakta Sains: Meta-analisis Dittmar, Bond, Hurst & Kasser (2014, Journal of Personality and Social Psychology) — merangkumi lebih 250 kajian — mendapati individu yang sangat mementingkan kekayaan material mempunyai kesejahteraan diri yang lebih rendah, termasuk lebih banyak kemurungan dan kebimbangan.
💡 Science: A meta-analysis by Dittmar, Bond, Hurst & Kasser (2014, Journal of Personality and Social Psychology) — covering over 250 studies — found that people who strongly prioritise material wealth have lower well-being, including more depression and anxiety.
4.2 Tekanan Hidup dan Sindrom 'Rat Race'
4.2 Life Stress and the 'Rat Race'
Fenomena rat race — berlumba dalam kancah kehidupan tanpa henti — ialah manifestasi moden At-Takathur. Tekanan kronik akibat persaingan harta benda dikaitkan dengan peningkatan hormon kortisol, gangguan tidur, kelemahan sistem imun, keradangan serta kemurungan dan kebimbangan.
The rat race — endless competition in life — is a modern form of At-Takathur. Chronic stress from competing for wealth is linked with raised cortisol, poor sleep, weakened immunity, inflammation, depression and anxiety.
🫀 Fakta Sains: Bekerja secara berlebihan (≥55 jam seminggu) dikaitkan dengan risiko strok 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemia 17% lebih tinggi (WHO & ILO, 2021).
🫀 Science: Working excessively long hours (≥55 a week) is linked with a 35% higher risk of stroke and 17% higher risk of dying from ischaemic heart disease (WHO & ILO, 2021).
4.3 Kepuasan Hidup dan Zuhud
4.3 Contentment and Zuhd
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ ٥
"Demi sesungguhnya! Kalaulah kamu mengetahui - (apa yang kamu akan hadapi) - dengan pengetahuan yang yakin, (tentulah kamu akan mengerjakan perkara-perkara yang menjadi bekalan kamu untuk hari akhirat)." — At-Takathur 102:5
"No! If you only knew with knowledge of certainty..." — At-Takathur 102:5
📊 Kajian: Viktor Frankl (Logoterapi): mereka yang mempunyai makna hidup melampaui kebendaan menunjukkan daya tahan psikologi yang lebih tinggi.
Emmons & McCullough (2003): amalan mencatat perkara yang disyukuri meningkatkan kesejahteraan diri, sikap optimis dan kepuasan hidup.
Hummer et al. (1999, Demography): kehadiran ibadah secara mingguan dikaitkan dengan jangka hayat kira-kira 7 tahun lebih panjang.
📊 Research: Viktor Frankl (logotherapy): people with meaning beyond material things show greater psychological resilience.
Emmons & McCullough (2003): keeping a gratitude record improves well-being, optimism and life satisfaction.
Hummer et al. (1999, Demography): weekly religious attendance is linked with about 7 years' longer life expectancy.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
☾ Hadis 1 — Sifat Ahli Syurga dan Ahli Neraka
☾ Hadith 1 — The Traits of the People of Paradise and of Hell
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا مَعْبَدُ بْنُ خَالِدٍ الْقَيْسِيُّ، عَنْ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبٍ الْخُزَاعِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ، كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَاعِفٍ، لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ ".
Daripada Harithah bin Wahb al-Khuza‘i رضي الله عنه, bahawa Nabi ﷺ bersabda:
“Mahukah aku khabarkan kepada kamu tentang ahli syurga? Iaitu setiap orang yang lemah (dipandang lemah oleh manusia) lagi merendah diri; jika dia bersumpah kepada Allah, nescaya Allah memperkenankannya. Mahukah aku khabarkan kepada kamu tentang ahli neraka? Iaitu setiap orang yang keras lagi kasar, tamak haloba dan sombong.”
Harithah bin Wahb al-Khuza'i reported that the Prophet ﷺ said: "Shall I tell you of the people of Paradise? Every weak and humble person — if he swore by Allah, Allah would fulfil it. Shall I tell you of the people of the Fire? Every harsh, greedy, arrogant person."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (6071) — Kitab al-Adab; juga Muslim (2853)
Sanad: Muhammad bin Kathir → Sufyan → Ma'bad bin Khalid al-Qaisi → Harithah bin Wahb al-Khuza'i RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (6071) — Book of Manners; also Muslim (2853)
Chain: Muhammad bin Kathir → Sufyan → Ma'bad bin Khalid al-Qaisi → Harithah bin Wahb al-Khuza'i RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 2 — Beruntunglah Orang yang Qana'ah
☾ Hadith 2 — Successful Is the Content One
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي، أَيُّوبَ حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ شَرِيكٍ - عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ " .
Daripada ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘As رضي الله عنهما, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh beruntung orang yang memeluk Islam, diberi rezeki yang mencukupi, dan Allah menjadikannya reda (qana‘ah) dengan apa yang dikurniakan kepadanya.”
'Abdullah bin 'Amr bin al-'As reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Successful is the one who embraces Islam, is given sufficient provision, and is made content by Allah with what He has given him."
Riwayat: Sahih Muslim (1054) — Kitab az-Zakat
Sanad: Abu Bakr bin Abi Syaibah → Abu 'Abdurrahman al-Muqri' → Sa'id bin Abi Ayyub → Syurahbil bin Syarik → Abu 'Abdurrahman al-Hubuli → 'Abdullah bin 'Amr RA
Narrated in: Sahih Muslim (1054) — Book of Zakah
Chain: Abu Bakr bin Abi Syaibah → Abu 'Abdurrahman al-Muqri' → Sa'id bin Abi Ayyub → Syurahbil bin Syarik → Abu 'Abdurrahman al-Hubuli → 'Abdullah bin 'Amr RA
✔ Sahih
☾ Hadis 3 — “Hartaku, Hartaku!” — Ketika Baginda Membaca At-Takathur
☾ Hadith 3 — "My Wealth, My Wealth!" — While Reciting At-Takathur
حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ وَهُوَ يَقْرَأُ { أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ} قَالَ " يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي - قَالَ - وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ " .
Daripada Mutarrif, daripada bapanya رضي الله عنه: Aku datang kepada Nabi ﷺ ketika Baginda sedang membaca Alhakumut-takathur, lalu Baginda bersabda:
“Anak Adam berkata: ‘Hartaku, hartaku!’ Wahai anak Adam, adakah milikmu daripada hartamu itu melainkan apa yang engkau makan lalu habis, atau yang engkau pakai lalu lusuh, atau yang engkau sedekahkan lalu engkau simpan (untuk akhirat)?”
Mutarrif reported from his father: I came to the Prophet ﷺ while he was reciting Alhakumut-takathur, and he said: "The son of Adam says, 'My wealth, my wealth!' But O son of Adam, what of your wealth is yours except what you ate and consumed, wore and wore out, or gave in charity and sent ahead?"
Riwayat: Sahih Muslim (2958) — Kitab az-Zuhd wa ar-Raqa'iq
Sanad: Haddab bin Khalid → Hammam → Qatadah → Mutarrif → bapanya ('Abdullah bin asy-Syikhkhir) RA
Narrated in: Sahih Muslim (2958) — Book of Asceticism
Chain: Haddab bin Khalid → Hammam → Qatadah → Mutarrif → his father ('Abdullah bin asy-Syikhkhir) RA
✔ Sahih
☾ Hadis 4 — Nikmat Pertama yang Ditanya (Ayat 8)
☾ Hadith 4 — The First Blessing Asked About (Verse 8)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْعَلاَءِ، عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَرْزَمٍ الأَشْعَرِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِنَّ أَوَّلَ مَا يُسْأَلُ عَنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي الْعَبْدَ مِنَ النَّعِيمِ أَنْ يُقَالَ لَهُ أَلَمْ نُصِحَّ لَكَ جِسْمَكَ وَنُرْوِيكَ مِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ . وَالضَّحَّاكُ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَرْزَبٍ وَيُقَالُ ابْنُ عَرْزَمٍ وَابْنُ عَرْزَمٍ أَصَحُّ .
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya perkara pertama yang akan ditanya pada hari Kiamat kepada seorang hamba tentang nikmat ialah akan dikatakan kepadanya: ‘Bukankah Kami telah menyihatkan tubuh badanmu dan memberi kamu minum daripada air yang sejuk?’”
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "The first blessing a servant will be asked about on the Day of Resurrection is that it will be said to him: 'Did We not give you a healthy body and quench your thirst with cool water?'"
Riwayat: Jami' at-Tirmizi (3358) — Kitab Tafsir al-Qur'an
Sanad: 'Abd bin Humaid → Syababah → 'Abdullah bin al-'Ala' → Ad-Dahhak bin 'Abdurrahman bin 'Arzam al-Asy'ari → Abu Hurairah RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (3358) — Book of Qur'an Commentary
Chain: 'Abd bin Humaid → Syababah → 'Abdullah bin al-'Ala' → Ad-Dahhak bin 'Abdurrahman bin 'Arzam al-Asy'ari → Abu Hurairah RA
✔ Sahih (al-Albani; Darussalam)
☾ Hadis 5 — Sedekah Tidak Mengurangkan Harta
☾ Hadith 5 — Charity Does Not Decrease Wealth
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ - عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ " مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ " .
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah tidak akan mengurangkan harta. Allah tidak menambah bagi seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang merendahkan diri kerana Allah melainkan Allah akan mengangkat darjatnya.”
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Charity does not decrease wealth. Allah increases a servant who pardons only in honour, and no one humbles himself for Allah except that Allah raises him."
Riwayat: Sahih Muslim (2588) — Kitab al-Birr wa as-Silah
Sanad: Yahya bin Ayyub, Qutaibah & Ibn Hujr → Isma'il bin Ja'far → Al-'Ala' → bapanya → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih Muslim (2588) — Book of Virtue and Good Manners
Chain: Yahya bin Ayyub, Qutaibah & Ibn Hujr → Isma'il bin Ja'far → Al-'Ala' → his father → Abu Hurairah RA
✔ Sahih
Bahagian 6
Section 6
Panduan Praktik Islamik
Islamic Practical Guide
Rawatan Jiwa
Healing the Soul
- ① Zikir selepas solat — dikaitkan dengan ketenangan jiwa dan pengurangan tekanan.
- ② Solat Tahajjud — melatih disiplin dan ketenangan jiwa (imbangi dengan tidur yang cukup).
- ③ Puasa sunat — melatih kawalan nafsu dan sifat sabar.
- ④ Sedekah — dikaitkan dengan kebahagiaan yang lebih tinggi.
- ⑤ Baca Al-Qur’an — membantu menenangkan jiwa dan fikiran.
- ① Remembrance after prayer — linked with calm and less stress.
- ② Tahajjud — trains discipline and calm (balance it with enough sleep).
- ③ Voluntary fasting — trains self-control and patience.
- ④ Charity — linked with greater happiness.
- ⑤ Reciting the Qur'an — helps calm the heart and mind.
Amalan Harian
Daily Routine
- 🌅 Pagi: Baca doa keluar rumah dan niat bekerja kerana Allah.
- ☀️ Siang: Solat Dhuha dan ingat tujuan hidup bukan sekadar harta.
- 🌇 Petang: Muhasabah — apa yang telah dilakukan untuk akhirat?
- 🌙 Malam: Solat berjemaah dan baca Surah At-Takathur.
- 🤲 Sebelum tidur: Istighfar dan syukur atas nikmat hari ini.
- 🌅 Morning: Say the supplication for leaving home and intend work for Allah.
- ☀️ Midday: Pray Duha and remember life is not only about wealth.
- 🌇 Evening: Reflect — what have I done for the Hereafter?
- 🌙 Night: Pray in congregation and recite Surah At-Takathur.
- 🤲 Before sleep: Seek forgiveness and give thanks for today's blessings.
Penutup & Doa
Closing & Supplication
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ٢٠١
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari seksa neraka." — Al-Baqarah 2:201
"Our Lord, give us good in this world and good in the Hereafter, and protect us from the punishment of the Fire." — Al-Baqarah 2:201