Bahagian 1
Section 1
Prakata & Maklumat Asas
Introduction & Basic Information
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ ١
"Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang (dalam timbangan dan sukatan)!" — Al-Mutaffifin 83:1
"Woe to those that deal in fraud," — Al-Mutaffifin 83:1
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ٢
"Iaitu mereka yang apabila menerima sukatan (gantang cupak) dari orang lain mereka mengambilnya dengan cukup," — Al-Mutaffifin 83:2
"Who, when they take a measure from people, take in full." — Al-Mutaffifin 83:2
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ٣
"Dan (sebaliknya) apabila mereka menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi." — Al-Mutaffifin 83:3
"But if they give by measure or by weight to them, they cause loss." — Al-Mutaffifin 83:3
Surah Al-Mutaffifin membawa mesej yang sangat relevan dengan kehidupan moden: kejujuran dalam urus niaga, integriti dalam timbangan dan sukatan, serta kesan dosa terhadap hati manusia. Surah ini turut mendedahkan konsep "ran" (karat hati) yang kini didapati selari dengan penemuan neurosains moden tentang bagaimana otak manusia 'membiasakan diri' dengan ketidakjujuran.
Surah Al-Mutaffifin carries a message highly relevant to modern life: honesty in business, integrity in weights and measures, and the effect of sin on the human heart. It also reveals the concept of "ran" — the rust that covers hearts through repeated sin.
📜 Asbabun Nuzul: Daripada Ibnu 'Abbas RA: Ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah, penduduknya merupakan antara manusia yang paling teruk dalam urusan sukatan dan timbangan. Lalu Allah ﷻ menurunkan "Wailul lil-mutaffifin" (Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang), maka selepas itu mereka memperelokkan sukatan dan timbangan mereka. (Riwayat Ibn Majah, No. 2223; An-Nasa'i — Hadith ini dinilai hasan/sahih).
📜 Occasion of Revelation: Ibn 'Abbas said: When the Prophet ﷺ arrived in Madinah, its people were among the worst in measuring and weighing. So Allah revealed "Woe to those who give short measure", after which they improved their measuring.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ الْمُطَفِّفِينَ |
| Makna Nama | Orang-Orang yang Curang |
| Nombor Surah | 83 |
| Bilangan Ayat | 36 ayat |
| Juzuk | 30 (Juz 'Amma) |
| Kategori | Diperselisihkan — Makkiyyah menurut sebahagian ulama; riwayat Ibnu 'Abbas (Ibn Majah 2223) menunjukkan ia antara surah terawal di Madinah |
| Nama Lain | Surah At-Tatfif |
| Tema Utama | Kecaman terhadap penipuan timbangan, Sijjin dan 'Illiyyin, balasan orang berdosa dan orang berbakti |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ الْمُطَفِّفِينَ |
| Meaning | Those Who Give Short Measure |
| Surah Number | 83 |
| Total Verses | 36 verses |
| Juz | 30 (Juz 'Amma) |
| Type | Disputed — Makkan according to some; the narration of Ibn 'Abbas (Ibn Majah 2223) indicates it was among the earliest revealed in Madinah |
| Other Name | Surah At-Tatfif |
| Main Themes | Condemnation of fraud in measures, Sijjin and 'Illiyyin, the fate of the wicked and the righteous |
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Tematik
Thematic Commentary
3.1 Ancaman terhadap Penipu Timbangan (Ayat 1–6)
3.1 A Warning to Cheats in Measure (Verses 1–6)
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ ١
"Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang (dalam timbangan dan sukatan)!" — Al-Mutaffifin 83:1
"Woe to those that deal in fraud," — Al-Mutaffifin 83:1
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ٢
"Iaitu mereka yang apabila menerima sukatan (gantang cupak) dari orang lain mereka mengambilnya dengan cukup," — Al-Mutaffifin 83:2
"Who, when they take a measure from people, take in full." — Al-Mutaffifin 83:2
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ٣
"Dan (sebaliknya) apabila mereka menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi." — Al-Mutaffifin 83:3
"But if they give by measure or by weight to them, they cause loss." — Al-Mutaffifin 83:3
أَلَا يَظُنُّ أُولَـٰئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ ٤
"Tidakkah mereka menyangka bahawa mereka akan dibangkitkan (hidup semula sesudah mati)?" — Al-Mutaffifin 83:4
"Do they not think that they will be resurrected" — Al-Mutaffifin 83:4
لِيَوْمٍ عَظِيمٍ ٥
"Pada hari (kiamat) yang amat besar (huru-haranya)," — Al-Mutaffifin 83:5
"For a tremendous Day —" — Al-Mutaffifin 83:5
يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ ٦
"Hari berdiri manusia untuk mengadap Tuhan sekalian alam?" — Al-Mutaffifin 83:6
"The Day when mankind will stand before the Lord of the worlds?" — Al-Mutaffifin 83:6
Perkataan "wail" (وَيْلٌ) membawa maksud kecelakaan, kebinasaan dan azab yang berat. Sebahagian ulama tafsir seperti Ibn Kathir menyatakan ia adalah ancaman keras daripada Allah ﷻ. "Al-Mutaffifin" berasal daripada kata "tatfif" yang bermaksud mengurangkan sedikit demi sedikit — penipuan yang halus, yang sering tidak disedari oleh mangsa.
"Wail" means calamity, ruin and severe punishment — a stern threat from Allah, as Ibn Kathir notes. "Al-Mutaffifin" comes from "tatfif" — giving a little less, slyly, in measure or weight.
Ayat 2 dan 3 mendedahkan sikap dua muka (double standard) golongan ini: apabila menerima hak, mereka menuntut dengan penuh; tetapi apabila memberi hak orang lain, mereka mengurangkannya. Ini adalah penyakit hati yang mementingkan diri sendiri dan merampas hak orang lain secara tersembunyi.
Verses 2–3 expose their double standard: when receiving their due they demand it in full, but when giving others their due they reduce it — a disease of the heart that puts self-interest first.
Ayat 4 hingga 6 mengajukan soalan yang menggugah jiwa: tidakkah mereka yakin akan dibangkitkan pada hari yang amat besar? Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahawa punca utama keberanian manusia melakukan penipuan ialah kelemahan iman terhadap hari akhirat. Sesiapa yang benar-benar yakin akan berdiri di hadapan Rabbul 'Alamin tidak akan sanggup mencuri walau segenggam gandum melalui timbangan yang curang.
Verses 4–6 ask a soul-stirring question: do they not believe they will be raised on a tremendous Day? Al-Qurtubi explains that the root of daring to cheat is weak faith in the Day of Recompense.
3.2 Sijjin dan Karat Hati (Ayat 7–17)
3.2 Sijjin and the Rust on Hearts (Verses 7–17)
كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ ٧
"Tidak sepatutnya (mereka melakukan perbuatan yang salah itu dan melalaikan hari akhirat)! Sesungguhnya "kitab suratan amal" orang-orang yang berdosa itu (didaftarkan) dalam "Sijjiin"." — Al-Mutaffifin 83:7
"No! Indeed, the record of the wicked is in Sijjin." — Al-Mutaffifin 83:7
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سِجِّينٌ ٨
"Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui: apa dia "Sijjiin" itu," — Al-Mutaffifin 83:8
"And what can make you know what is Sijjin?" — Al-Mutaffifin 83:8
كِتَابٌ مَّرْقُومٌ ٩
"Ialah (tempat simpanan) kitab catitan yang jelas nyata, (yang menghimpunkan amalan orang-orang yang berdosa)." — Al-Mutaffifin 83:9
"It is [their destination recorded in] a register inscribed." — Al-Mutaffifin 83:9
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ ١٤
"Sebenarnya! (Ayat-ayat Kami itu tidak ada cacatnya) bahkan mata hati mereka telah diselaputi kekotoran (dosa), dengan sebab (perbuatan kufur dan maksiat) yang mereka kerjakan." — Al-Mutaffifin 83:14
"No! Rather, the stain has covered their hearts of that which they were earning." — Al-Mutaffifin 83:14
كَلَّا إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ ١٥
"Jangan lagi mereka berlaku demikian! (kalau tidak), mereka pada hari itu, tetap terdinding dari (rahmat) Tuhannya." — Al-Mutaffifin 83:15
"No! Indeed, from their Lord, that Day, they will be partitioned." — Al-Mutaffifin 83:15
"Sijjin" ialah tempat catatan amal golongan fujjar (orang-orang derhaka) — sebahagian mufassir menyatakan ia di lapisan bumi yang paling bawah, melambangkan kehinaan. "Kitabum marqum" bermaksud kitab yang tertulis lengkap, tidak tertinggal sebarang amalan walau sekecil zarah.
"Sijjin" is where the records of the wicked are kept — some commentators describe it as the lowest place, a sealed register.
Ayat 14 merupakan antara ayat paling penting dalam surah ini: "Kalla bal rana 'ala qulubihim ma kanu yaksibun" — dosa yang dilakukan berulang kali akan menjadi "ran" (karat) yang menutupi hati. Ibn Kathir menukilkan bahawa dosa demi dosa akan menutup hati sedikit demi sedikit sehingga hati menjadi gelap dan mati.
Verse 14 is among the most important in the surah: "No! Rather, the stain has covered their hearts" — repeated sin becomes rust (ran) on the heart until the sinner no longer feels guilt.
Akibatnya dinyatakan dalam ayat 15: mereka terdinding (mahjubun) daripada melihat Allah pada hari kiamat — hukuman rohani yang paling berat, lebih dahsyat daripada azab fizikal. Imam Asy-Syafi'i berhujah dengan ayat ini bahawa orang beriman akan melihat Allah di akhirat, kerana dinding (hijab) hanya dikenakan ke atas orang yang berdosa.
The consequence in verse 15: on that Day they will be veiled from seeing their Lord — the greatest loss, as the scholars explain, in contrast to the believers who will see Him.
3.3 'Illiyyin dan Nikmat Golongan Abrar (Ayat 18–28)
3.3 'Illiyyin and the Bliss of the Righteous (Verses 18–28)
كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ ١٨
"Ingatlah wahai manusia! Sesungguhnya "kitab suratan amal" orang-orang yang berbakti (dengan taat dan amal kebajikan), adalah (didaftarkan) dalam" Illiyiin"." — Al-Mutaffifin 83:18
"No! Indeed, the record of the righteous is in 'Illiyyun." — Al-Mutaffifin 83:18
إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ٢٢
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti (dengan taat dan amal kebajikan), tetap berada di dalam Syurga yang penuh nikmat:" — Al-Mutaffifin 83:22
"Indeed, the righteous will be in pleasure" — Al-Mutaffifin 83:22
تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ ٢٤
"Engkau dapat melihat pada muka mereka: cahaya nikmat yang mereka perolehi." — Al-Mutaffifin 83:24
"You will recognise in their faces the radiance of pleasure." — Al-Mutaffifin 83:24
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ ٢٥
"Mereka diberi minum dari satu minuman yang termeterai bekasnya," — Al-Mutaffifin 83:25
"They will be given to drink [pure] wine [which was] sealed." — Al-Mutaffifin 83:25
خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ ٢٦
"Meterainya kasturi; - dan untuk (memperolehi nikmat kesenangan) itu hendaknya berlumba-lumba mereka yang ingin merebut kelebihan dan kesenangan;" — Al-Mutaffifin 83:26
"The last of it is musk. So for this let the competitors compete." — Al-Mutaffifin 83:26
Berlawanan dengan Sijjin, catatan amal golongan abrar (orang-orang yang berbakti) disimpan di 'Illiyyin — tempat yang tinggi lagi mulia, disaksikan oleh para malaikat muqarrabun. Ini menunjukkan kemuliaan amalan orang yang jujur dan taat di sisi Allah ﷻ.
In contrast to Sijjin, the records of the righteous are kept in 'Illiyyin — a high and honoured place, witnessed by the angels brought near to Allah.
Ayat 22 hingga 28 memerihalkan nikmat syurga: duduk di atas pelamin sambil memandang keindahan syurga, wajah berseri-seri dengan "nadratan na'im" (cahaya kenikmatan), serta minuman "rahiq makhtum" — arak syurga yang murni, bermeterai kasturi, dicampur dengan air Tasnim daripada mata air tertinggi di syurga.
Verses 22–28 describe the bliss of Paradise: reclining on couches, faces radiant with delight, and a pure sealed drink whose last trace is musk, mixed from the spring of Tasnim.
Ayat 26 menutup gambaran nikmat itu dengan seruan motivasi: "Dan untuk itu, hendaklah berlumba-lumba orang yang ingin berlumba." Persaingan yang dituntut Islam bukan persaingan menipu timbangan dunia, tetapi persaingan amal soleh merebut darjat 'Illiyyin.
Verse 26 adds a call to motivation: "So for this let the competitors compete" — Islam calls not for competition in cheating, but for competition in good deeds to reach 'Illiyyin.
3.4 Pembalasan terhadap Golongan Pengejek (Ayat 29–36)
3.4 Recompense for the Mockers (Verses 29–36)
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ ٢٩
"Sesungguhnya orang-orang yang derhaka, mereka selalu tertawakan orang-orang yang beriman," — Al-Mutaffifin 83:29
"Indeed, those who committed crimes used to laugh at those who believed." — Al-Mutaffifin 83:29
وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ ٣٠
"Dan apabila orang-orang yang beriman lalu dekat mereka, mereka mengerling dan memejam celikkan mata sesama sendiri (mencemuhnya)." — Al-Mutaffifin 83:30
"And when they passed by them, they would exchange derisive glances." — Al-Mutaffifin 83:30
فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ ٣٤
"Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman pula tertawakan orang yang kafir itu." — Al-Mutaffifin 83:34
"So Today those who believed are laughing at the disbelievers," — Al-Mutaffifin 83:34
عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ ٣٥
"Sambil mereka berehat di atas pelamin-pelamin (yang berhias), serta melihat (hal yang berlaku kepada musuhnya)." — Al-Mutaffifin 83:35
"On adorned couches, observing." — Al-Mutaffifin 83:35
هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ٣٦
"(Untuk menambahkan kegembiraan mereka, mereka ditanya): "Bukankah orang-orang yang kafir itu telah dibalas akan apa yang mereka telah kerjakan dahulu?"" — Al-Mutaffifin 83:36
"Have the disbelievers [not] been rewarded [this Day] for what they used to do?" — Al-Mutaffifin 83:36
Ayat-ayat ini merakamkan perilaku golongan berdosa di dunia: mentertawakan orang beriman, mengenyitkan mata sesama sendiri sebagai ejekan, pulang ke rumah dengan bangga, dan melabel orang beriman sebagai "sesat". Allah menempelak: "Padahal mereka tidak diutus untuk menjadi pengawas ke atas orang beriman."
These verses record the behaviour of the wicked in the world: laughing at believers, exchanging mocking glances, returning home pleased with themselves, and calling the believers "misguided" — though they were never appointed as their guardians.
Pada hari kiamat keadaan diterbalikkan sepenuhnya: orang beriman pula yang memandang (dari atas pelamin syurga) keadaan golongan kafir yang diazab. Ini adalah qisas (pembalasan setimpal) — "Hal thuwwibal-kuffaru ma kanu yaf'alun" — bukankah orang kafir itu telah dibalas dengan apa yang mereka lakukan?
On the Last Day the situation is reversed: the believers, from their couches in Paradise, see the punishment of the disbelievers — "Have the disbelievers not been repaid for what they used to do?"
Pengajaran besar: jangan sesekali memperkecilkan orang yang beramal soleh, dan bersabarlah dengan ejekan manusia, kerana keputusan muktamad adalah milik Allah pada hari pembalasan.
A great lesson: never belittle those who do good, and be patient with people's mockery, for the final judgement belongs to Allah.
Bahagian 4
Section 4
I'jaz Ilmi — Sains & Kesihatan
Quran & Science
4.1 Neurosains: "Ran" dan Otak yang Membiasakan Diri dengan Penipuan
4.1 Neuroscience: "Ran" and the Brain that Adapts to Dishonesty
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ ١٤
"Sebenarnya! (Ayat-ayat Kami itu tidak ada cacatnya) bahkan mata hati mereka telah diselaputi kekotoran (dosa), dengan sebab (perbuatan kufur dan maksiat) yang mereka kerjakan." — Al-Mutaffifin 83:14
"No! Rather, the stain has covered their hearts of that which they were earning." — Al-Mutaffifin 83:14
Ayat 14 menyatakan dosa yang diulang-ulang menjadi "ran" (karat) yang menutupi hati, sehingga pelakunya tidak lagi merasa bersalah. Tafsir klasik (Ibn Kathir, At-Tabari) menjelaskan ini sebagai proses beransur-ansur: dosa pertama meninggalkan titik hitam, dan setiap pengulangan menambah titik itu sehingga hati tertutup sepenuhnya.
Verse 14 states that repeated sin becomes rust covering the heart, until the sinner no longer feels guilt. Classical tafsir (Ibn Kathir, at-Tabari) describes a gradual process: the first sin leaves a black spot, and each repetition adds to it until the heart is covered.
🔬 Fakta Sains: Kajian neurosains oleh Garrett, Lazzaro, Ariely dan Sharot (2016) yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience bertajuk "The brain adapts to dishonesty" mendapati: apabila seseorang menipu buat kali pertama, bahagian otak bernama amigdala (yang berkait dengan tindak balas emosi) memberikan isyarat tindak balas yang kuat. Namun setiap kali penipuan diulang, tindak balas amigdala semakin lemah — otak "membiasakan diri" dengan ketidakjujuran, dan saiz penipuan cenderung semakin membesar dari semasa ke semasa.
🔬 Science: A study by Garrett, Lazzaro, Ariely and Sharot (2016) in Nature Neuroscience, "The brain adapts to dishonesty", found that when people first lie for self-gain, the amygdala (linked to emotional responses) reacts strongly; with each repetition its response weakens — the brain "gets used to" lying, and dishonesty escalates.
Fenomena "pengurangan sensitiviti amigdala" ini menepati gambaran "ran" dalam ayat 14: penipuan kecil (tatfif — mengurangkan sedikit demi sedikit) yang dibiarkan akan melumpuhkan deria moral, persis karat yang menutup logam lapisan demi lapisan.
This "desensitisation of the amygdala" parallels the image of "ran" in verse 14: small, repeated cheating (tatfif) gradually numbs the moral sense, like rust covering metal layer by layer.
4.2 Kejujuran dan Kesejahteraan Tubuh
4.2 Honesty and Physical Well-being
🔬 Fakta Sains: Kajian "Science of Honesty" oleh Anita Kelly dan Lijuan Wang (University of Notre Dame), yang dibentangkan di persidangan American Psychological Association (2012), ke atas 110 peserta selama 10 minggu mendapati kumpulan yang diarahkan mengurangkan pembohongan melaporkan kesihatan mental dan fizikal yang lebih baik — kurang aduan sakit kepala, sakit tekak dan keresahan — berbanding kumpulan kawalan.
🔬 Science: The "Science of Honesty" study by Anita Kelly and Lijuan Wang (University of Notre Dame), presented at the American Psychological Association conference (2012), followed 110 participants for 10 weeks: those asked to reduce lying reported better mental and physical health — fewer headaches, sore throats and anxiety — than the control group.
Dari sudut fisiologi, hidup berselindung dan menipu boleh dikaitkan dengan tekanan berpanjangan yang meningkatkan hormon stres (kortisol). Kortisol kronik dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, gangguan tidur, kelemahan sistem imun dan penyakit kardiovaskular. Kejujuran, sebaliknya, mengurangkan beban kognitif dan ketegangan psikologi.
Physiologically, living in concealment and deception can be linked to prolonged stress that raises cortisol. Chronic cortisol is associated with high blood pressure, poor sleep, weakened immunity and cardiovascular disease; honesty reduces cognitive load and psychological tension.
4.3 Metrologi: Sains Timbangan dan Sukatan
4.3 Metrology: The Science of Weights and Measures
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ ١
"Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang (dalam timbangan dan sukatan)!" — Al-Mutaffifin 83:1
"Woe to those that deal in fraud," — Al-Mutaffifin 83:1
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ٢
"Iaitu mereka yang apabila menerima sukatan (gantang cupak) dari orang lain mereka mengambilnya dengan cukup," — Al-Mutaffifin 83:2
"Who, when they take a measure from people, take in full." — Al-Mutaffifin 83:2
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ٣
"Dan (sebaliknya) apabila mereka menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi." — Al-Mutaffifin 83:3
"But if they give by measure or by weight to them, they cause loss." — Al-Mutaffifin 83:3
🔬 Fakta Sains: Dunia hari ini mempunyai Sistem Unit Antarabangsa (SI) yang ditadbir oleh Biro Timbangan dan Sukatan Antarabangsa (BIPM) di Paris. Pada tahun 2019, definisi kilogram disemak semula supaya berasaskan pemalar Planck — pemalar fizik yang tetap — bagi memastikan ketepatan mutlak yang tidak boleh diubah atau dimanipulasi oleh sesiapa.
🔬 Science: Today the International System of Units (SI) is governed by the International Bureau of Weights and Measures (BIPM) in Paris. In 2019 the kilogram was redefined in terms of the Planck constant — a fixed constant of physics — so that the standard cannot be altered or manipulated by anyone.
Di Malaysia, Akta Timbang dan Sukat 1972 mewajibkan semua alat timbang perniagaan ditentusahkan secara berkala. Prinsip yang diperjuangkan undang-undang moden ini telah lama ditegaskan oleh Al-Quran: keadilan dalam ukuran adalah asas kepercayaan ekonomi dan keharmonian masyarakat.
In Malaysia, the Weights and Measures Act 1972 requires all trade weighing instruments to be verified regularly — a principle long emphasised by the Qur'an: fairness in measurement is the foundation of economic trust and social harmony.
4.4 Fisiologi: Peluh pada Hari Manusia Berdiri
4.4 Physiology: Sweat on the Day Mankind Stands
يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ ٦
"Hari berdiri manusia untuk mengadap Tuhan sekalian alam?" — Al-Mutaffifin 83:6
"The Day when mankind will stand before the Lord of the worlds?" — Al-Mutaffifin 83:6
Ayat 6 menyebut hari seluruh manusia berdiri menghadap Tuhan sekalian alam. Dalam Hadith sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim daripada Ibnu 'Umar RA, Nabi ﷺ menjelaskan manusia akan berdiri sehingga ada yang tenggelam dalam peluhnya hingga ke paras separuh telinga.
Verse 6 mentions the Day when all mankind stands before the Lord of the worlds. In an authentic hadith in al-Bukhari and Muslim from Ibn 'Umar, the Prophet ﷺ explained that people will stand until some are submerged in their sweat up to half their ears.
🔬 Fakta Sains: Tubuh manusia mempunyai 2 hingga 4 juta kelenjar peluh. Dalam keadaan haba dan tekanan melampau, tubuh mampu mengeluarkan peluh sehingga beberapa liter sejam sebagai mekanisme termoregulasi. Peluh juga dirembes ketika ketakutan dan kecemasan melalui rangsangan sistem saraf simpatetik — menggambarkan betapa dahsyatnya suasana hari tersebut dari sudut fisiologi yang difahami sains hari ini.
🔬 Science: The human body has 2 to 4 million sweat glands. Under extreme heat and stress, it can sweat several litres an hour for thermoregulation; sweat is also released in fear and anxiety through the sympathetic nervous system — a physiological glimpse of the terror of that Day.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
Lima hadis berikut berkaitan dengan tema Surah Al-Mutaffifin — sebab penurunan, kejujuran dalam perniagaan dan kesan dosa pada hati — lengkap dengan status darjat yang jujur.
The following five hadith relate to the themes of Surah Al-Mutaffifin — its occasion of revelation, honesty in trade and the effect of sin on the heart — with an honest statement of their grading.
☾ Hadis 1 — Sebab Penurunan Surah
☾ Hadith 1 — The Occasion of Revelation
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَقِيلِ بْنِ خُوَيْلِدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنِي يَزِيدُ النَّحْوِيُّ، أَنَّ عِكْرِمَةَ، حَدَّثَهُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ الْمَدِينَةَ كَانُوا مِنْ أَخْبَثِ النَّاسِ كَيْلاً فَأَنْزَلَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ {وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ} فَأَحْسَنُوا الْكَيْلَ بَعْدَ ذَلِكَ .
Daripada Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما, beliau berkata:
Apabila Nabi ﷺ tiba di Madinah, penduduknya termasuk antara orang yang paling buruk dalam urusan timbangan (sukatan dan ukuran). Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat:
{ وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ }“Celakalah bagi orang-orang yang mengurangkan timbangan.”(Surah al-Mutaffifin: 1)
Selepas itu, mereka pun memperelokkan timbangan mereka.
Ibn 'Abbas said: When the Prophet ﷺ came to Madinah, its people were among the worst in giving measure. So Allah revealed: "Woe to those who give short measure" — and after that they gave good measure.
Riwayat: Sunan Ibn Majah (2223) — Kitab at-Tijarat
Sanad: 'Abd ar-Rahman bin Bisyr bin al-Hakam & Muhammad bin 'Aqil → 'Ali bin al-Husain bin Waqid → his father → Yazid an-Nahwi → 'Ikrimah → Ibn 'Abbas RA
Narrated in: Sunan Ibn Majah (2223) — Book of Business Transactions
Chain: 'Abd ar-Rahman bin Bisyr bin al-Hakam & Muhammad bin 'Aqil → 'Ali bin al-Husain bin Waqid → his father → Yazid an-Nahwi → 'Ikrimah → Ibn 'Abbas RA
✔ Hasan (Darussalam & al-Albani)
☾ Hadis 2 — Sesiapa Menipu Bukan daripada Golongan Kami
☾ Hadith 2 — Whoever Cheats Is Not of Us
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، - وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيُّ ح وَحَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، مُحَمَّدُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي حَازِمٍ، كِلاَهُمَا عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا " .
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesiapa yang mengangkat senjata terhadap kami, maka dia bukan daripada kalangan kami. Dan sesiapa yang menipu kami, maka dia bukan daripada kalangan kami.”
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Whoever takes up arms against us is not of us, and whoever cheats us is not of us."
Riwayat: Sahih Muslim (101) — Kitab al-Iman
Sanad: Qutaibah bin Sa'id → Ya'qub bin 'Abd ar-Rahman al-Qari → Suhail bin Abi Salih → his father → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih Muslim (101) — Book of Faith
Chain: Qutaibah bin Sa'id → Ya'qub bin 'Abd ar-Rahman al-Qari → Suhail bin Abi Salih → his father → Abu Hurairah RA
✔ Sahih
☾ Hadis 3 — Keberkatan Jual Beli yang Jujur
☾ Hadith 3 — The Blessing of Honest Trade
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ صَالِحٍ أَبِي الْخَلِيلِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ، رَفَعَهُ إِلَى حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا ـ أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا ـ فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا ".
Daripada Hakim bin Hizam رضي الله عنه, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Penjual dan pembeli mempunyai pilihan (untuk meneruskan atau membatalkan jual beli) selagi mereka belum berpisah — atau Baginda bersabda: sehingga mereka berpisah. Jika kedua-duanya berlaku jujur dan menjelaskan (keadaan barang), maka diberkati bagi mereka pada jual beli mereka. Tetapi jika mereka menyembunyikan (cacat cela) dan berdusta, maka dihapuskan keberkatan jual beli mereka.”
Hakim ibn Hizam reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "The buyer and seller have the option (to cancel) as long as they have not parted. If they are truthful and make things clear, their transaction will be blessed; but if they conceal and lie, the blessing of their transaction will be erased."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (2079) — Kitab al-Buyu'
Sanad: Sulaiman bin Harb → Syu'bah → Qatadah → Salih Abu al-Khalil → 'Abdullah bin al-Harith → Hakim bin Hizam RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (2079) — Book of Sales
Chain: Sulaiman bin Harb → Syu'bah → Qatadah → Salih Abu al-Khalil → 'Abdullah bin al-Harith → Hakim bin Hizam RA
✔ Sahih
☾ Hadis 4 — Kedudukan Peniaga yang Jujur
☾ Hadith 4 — The Rank of the Honest Merchant
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الثَّوْرِيِّ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ . وَأَبُو حَمْزَةَ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَابِرٍ وَهُوَ شَيْخٌ بَصْرِيٌّ .
Daripada Abu Sa‘id رضي الله عنه, daripada Nabi ﷺ, Baginda bersabda:
“Peniaga yang jujur lagi amanah akan bersama para nabi, para siddiqin dan para syuhada.”
Imam at-Tirmizi berkata: Hadith ini hasan dan kami tidak mengetahuinya melainkan melalui sanad ini daripada Hadith ath-Thauri daripada Abu Hamzah. Dan Abu Hamzah namanya ialah Abdullah bin Jabir, seorang syeikh dari Basrah.
Abu Sa'id reported that the Prophet ﷺ said: "The truthful, trustworthy merchant will be with the prophets, the truthful and the martyrs." At-Tirmidhi said: hasan; Darussalam graded it weak.
Riwayat: Jami' at-Tirmidhi (1209) — Kitab al-Buyu'
Sanad: Hannad → Qabisah → Sufyan → Abu Hamzah ('Abdullah bin Jabir) → Al-Hasan → Abu Sa'id al-Khudri RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (1209) — Book of Business
Chain: Hannad → Qabisah → Sufyan → Abu Hamzah ('Abdullah bin Jabir) → Al-Hasan → Abu Sa'id al-Khudri RA
✔ Hasan menurut at-Tirmizi; Da‘if menurut Darussalam
☾ Hadis 5 — Titik Hitam pada Hati (Tafsiran Ayat 14)
☾ Hadith 5 — The Black Spot on the Heart (Verse 14)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ " إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ : ( كلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ) " . قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, daripada Rasulullah ﷺ, Baginda bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan satu dosa, akan dititikkan pada hatinya satu titik hitam. Jika dia berhenti (daripada dosa itu), beristighfar dan bertaubat, maka hatinya akan dibersihkan. Tetapi jika dia kembali (melakukan dosa), maka ditambahkan lagi titik itu sehingga menutupi hatinya. Itulah ‘raan’ yang disebut oleh Allah:
( كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ )“Sekali-kali tidak! Bahkan telah berkarat (tertutup) hati mereka oleh apa yang mereka usahakan.”(Surah al-Mutaffifin: 14)”
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "When a servant commits a sin, a black spot is placed on his heart. If he gives it up, seeks forgiveness and repents, his heart is polished; but if he returns to it, it increases until it covers his heart. That is the 'ran' which Allah mentioned: 'No! Rather, the stain has covered their hearts of that which they were earning.'"
Riwayat: Jami' at-Tirmidhi (3334) — Kitab at-Tafsir
Sanad: Qutaibah → Al-Laith → Ibn 'Ajlan → Al-Qa'qa' bin Hakim → Abu Salih → Abu Hurairah RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (3334) — Chapters on Tafsir
Chain: Qutaibah → Al-Laith → Ibn 'Ajlan → Al-Qa'qa' bin Hakim → Abu Salih → Abu Hurairah RA
✔ Hasan Sahih menurut at-Tirmizi; Hasan menurut Darussalam
Bahagian 6
Section 6
Panduan Amali, Doa & Penutup
Practical Guidance, Supplication & Conclusion
Berikut adalah panduan praktikal untuk menghayati pengajaran Surah Al-Mutaffifin dalam kehidupan seharian:
Practical guidance to live the lessons of Surah Al-Mutaffifin in daily life:
✦ Panduan Amali Harian- 1. Jujur Dalam Setiap Urusan — Pastikan setiap timbangan, sukatan, bil, invois dan tuntutan kerja adalah tepat. Tatfif moden termasuk: mencuri masa bekerja, menuntut elaun berlebihan, mengurangkan kualiti barangan dan perkhidmatan daripada yang dijanjikan.
- 2. Muhasabah Standard Berganda — Tanya diri: adakah saya menuntut hak saya dengan penuh tetapi cuai menunaikan hak orang lain? Layanilah orang lain sebagaimana anda mahu dilayan.
- 3. Segera Bertaubat Daripada Dosa Kecil — Berdasarkan Hadith "titik hitam", jangan pandang remeh dosa kecil yang berulang. Amalkan istighfar 100 kali sehari dan solat taubat untuk menggilap hati daripada "ran".
- 4. Yakini Hari Pembalasan — Sebelum membuat keputusan perniagaan atau kerja, ingatkan diri tentang ayat 6: kita semua akan berdiri di hadapan Rabbul 'Alamin. Kesedaran ini adalah benteng dalaman paling kuat terhadap rasuah dan penipuan.
- 5. Sabar Dengan Ejekan — Jika diejek kerana beragama atau berlaku jujur, ingatlah ayat 29 hingga 36 — keadaan akan diterbalikkan pada hari kiamat. Teruskan istiqamah.
- 6. Berlumba Dalam Kebaikan — Salurkan semangat bersaing kepada amal soleh (ayat 26): berlumba dalam sedekah, ilmu, ibadah dan khidmat masyarakat, bukan dalam mengumpul dunia secara curang.
✦ Daily Practical Guidance- 1. Be honest in every dealing — make sure every weight, measure, bill, invoice and work claim is accurate; modern tatfif includes padding claims and short-changing.
- 2. Check your double standards — do I demand my rights in full but neglect others' rights?
- 3. Repent quickly from small sins — remember the hadith of the "black spot"; practise daily istighfar.
- 4. Be certain of the Day of Recompense — before business or work decisions, recall verse 6: we will all stand before the Lord of the worlds.
- 5. Be patient with mockery — if mocked for religion or honesty, remember verses 29–36: the situation will be reversed.
- 6. Compete in good deeds — channel the competitive spirit into good works (verse 26): charity, knowledge and worship.
⚠️ Peringatan Penting: Kejujuran bukan sekadar nilai moral — ia adalah ibadah, pelindung hati daripada "ran", dan berdasarkan kajian sains moden, ia turut menyumbang kepada kesihatan mental dan fizikal yang lebih baik.
⚠️ Important Reminder: Honesty is not merely a moral value — it is worship, a shield for the heart against "ran", and a path to 'Illiyyin.
Penutup
Conclusion
Semoga eBook "Surah Al-Mutaffifin: Sains & Kesihatan" ini memberi manfaat kepada para pembaca, menambah keimanan terhadap kebenaran Al-Quran, dan memotivasikan kita semua untuk menjadi insan yang jujur dalam setiap urusan — kerana setiap timbangan dunia akan ditimbang semula di akhirat kelak.
May this eBook, "Surah Al-Mutaffifin: Science & Health", benefit its readers and move us to be honest in every dealing.
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةًۭ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ٢٠١
“Dan di antara mereka pula ada yang (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka".
"Our Lord, give us in this world [that which is] good and in the Hereafter [that which is] good and protect us from the punishment of the Fire." — Al-Baqarah 2:201
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ