Bahagian 1
Section 1
Prakata & Maklumat Asas
Introduction & Basic Information
فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ ٨
"Oleh itu, apabila bintang-bintang (binasa dan) hilang lenyap;" — Al-Mursalat 77:8
"So when the stars are obliterated" — Al-Mursalat 77:8
وَإِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ ٩
"Dan apabila langit terbelah;" — Al-Mursalat 77:9
"And when the heaven is opened" — Al-Mursalat 77:9
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ ١٠
"Dan apabila gunung-ganang hancur lebur berterbangan;" — Al-Mursalat 77:10
"And when the mountains are blown away" — Al-Mursalat 77:10
eBook ini merupakan sambungan daripada Siri eBook Al-Qur’an: Sains & Kesihatan, yang menghuraikan Surah Al-Mursalat (77) — surah ke-77 dalam susunan al-Qur’an, terletak dalam Juzuk 29. Surah ini merupakan antara surah Makkiyah yang amat istimewa, kerana ia adalah surah terakhir yang didengar bacaan Rasulullah ﷺ oleh Ummu al-Fadl RA sebelum baginda wafat, sebagaimana yang dirakamkan dalam Hadith-Hadith sahih.
This eBook continues the Quran eBook Series: Science & Health, explaining Surah Al-Mursalat (77) — the 77th surah in the mushaf and among the Makkan surahs full of warnings about the Day of Judgement.
Surah ini menegaskan kepastian Hari Kiamat melalui rangkaian sumpah Ilahi yang unik, memaparkan gambaran dahsyat azab neraka bagi golongan yang mendustakan kebenaran, serta nikmat besar syurga bagi golongan yang bertakwa. Diharapkan eBook ini dapat menjadi rujukan ringkas yang bermanfaat bagi para pembaca dalam memahami kandungan surah ini dari sudut tafsir, Hadith, dan kaitannya dengan penemuan sains moden.
The surah affirms the certainty of the Last Day through a unique series of divine oaths, vividly depicts the punishment awaiting those who deny, and describes the bliss prepared for the righteous. Its refrain "wailun yauma'idzin lil-mukadzdzibin" — "woe that Day to the deniers" — is repeated ten times.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ الْمُرْسَلَاتِ |
| Maksud Nama | Yang Diutus Berturut-turut |
| Nombor Surah | 77 |
| Bilangan Ayat | 50 ayat |
| Tempat Turun | Makkah (Makkiyah) |
| Juzuk | 29 |
| Susunan Turun | Surah ke-33 yang diturunkan |
| Nama Lain | Al-'Urf (الْعُرْف) |
| Tema Utama | Kepastian Hari Kiamat dan balasan bagi yang mendustakan kebenaran |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ الْمُرْسَلَاتِ |
| Meaning | Those Sent Forth |
| Surah Number | 77 |
| Total Verses | 50 verses |
| Revelation | Makkah (Makkan) |
| Juz | 29 |
| Order of Revelation | 33rd surah revealed |
| Other Name | Al-'Urf |
| Main Theme | The certainty of the Last Day and the recompense of the deniers |
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Tematik
Thematic Commentary
3.1 Sumpah Allah Demi Para Pengutus (Ayat 1–7)
3.1 Allah's Oaths by Those Sent Forth (Verses 1–7)
وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا ١
"Demi (makhluk-makhluk) yang dihantarkan berturut-turut (menjalankan tugasnya)," — Al-Mursalat 77:1
"By those [winds] sent forth in gusts" — Al-Mursalat 77:1
فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا ٢
"Juga yang merempuh mara dengan sekencang-kencangnya," — Al-Mursalat 77:2
"And the winds that blow violently" — Al-Mursalat 77:2
وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا ٣
"Dan demi (makhluk-makhluk) yang menyebarkan (pengajaran dan peringatan) dengan sebaran yang sesungguh-sungguhnya," — Al-Mursalat 77:3
"And [by] the winds that spread [clouds]" — Al-Mursalat 77:3
إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ ٧
"(Sumpah demi sumpah) sesungguhnya segala yang dijanjikan kepada kamu tetap berlaku." — Al-Mursalat 77:7
"Indeed, what you are promised is to occur." — Al-Mursalat 77:7
Surah Al-Mursalat dibuka dengan rangkaian sumpah Ilahi yang unik — lima kali Allah bersumpah demi sesuatu yang "diutus" (al-mursalat), "ditiup kencang" (al-ʻasifat), "menyebarkan" (an-nashirat), "memisahkan" (al-fariqat), dan "menyampaikan peringatan" (al-mulqiyat dhikran). Para mufassir seperti Ibn Masʻud, Ibn ʻAbbas, Mujahid dan Qatadah berselisih pendapat sama ada perkataan-perkataan ini merujuk kepada angin yang membawa hujan dan rahmat, ataupun malaikat yang menjalankan tugas membawa wahyu dan ketetapan Ilahi. Imam Ibn Kathir merumuskan pandangan paling kukuh: tiga sifat pertama merujuk kepada angin, manakala dua sifat terakhir merujuk kepada malaikat yang membawa peringatan al-Qur’an. Tujuan sumpah ini ialah untuk menegaskan satu kepastian besar: "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kamu (Hari Kiamat) tetap akan terjadi" (ayat 7). Cara persembahan ini — bermula dengan fenomena alam yang biasa disaksikan manusia (angin) sebelum menegaskan sesuatu yang ghaib (Hari Akhirat) — adalah kaedah retorik al-Qur’an yang mendalam: jika kamu dapat menyaksikan kuasa Allah pada angin yang menggerakkan awan dan membawa hujan, mengapa pula kamu meragui kuasa-Nya untuk membangkitkan semula manusia pada Hari Kiamat?
The surah opens with a unique series of divine oaths — five times Allah swears by things "sent forth", "blowing violently", "spreading", "separating" and "delivering reminders". The commentators differ on whether these refer to winds, angels or both, but all agree that the oaths affirm one truth: what you are promised will surely occur.
3.2 Tanda-tanda Hari Pemutusan (Ayat 8–15)
3.2 Signs of the Day of Judgement (Verses 8–15)
فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ ٨
"Oleh itu, apabila bintang-bintang (binasa dan) hilang lenyap;" — Al-Mursalat 77:8
"So when the stars are obliterated" — Al-Mursalat 77:8
وَإِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ ٩
"Dan apabila langit terbelah;" — Al-Mursalat 77:9
"And when the heaven is opened" — Al-Mursalat 77:9
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ ١٠
"Dan apabila gunung-ganang hancur lebur berterbangan;" — Al-Mursalat 77:10
"And when the mountains are blown away" — Al-Mursalat 77:10
لِيَوْمِ الْفَصْلِ ١٣
"(Jawabnya): Ke hari pemutusan hukum." — Al-Mursalat 77:13
"For the Day of Judgement." — Al-Mursalat 77:13
Ayat-ayat ini melukiskan dengan jelas senario kehancuran alam semesta apabila tiba Hari Kiamat: bintang-bintang dihapuskan cahayanya, langit dipecah belahkan, gunung-ganang dihancurkan sehingga hilang lenyap, dan para Rasul ditentukan waktunya untuk dihimpunkan bersama umat masing-masing demi memberi kesaksian. Hari itu dinamakan Yawm al-Fasl — "Hari Pemutusan Hukum" — kerana pada hari itulah segala pertikaian antara kebenaran dan kebatilan, antara golongan beriman dan golongan mendustakan, akan diputuskan secara muktamad oleh Allah. Ayat 15 memperkenalkan refrain yang berulang sepanjang surah ini: "Wayl-un yawma-idzin lil-mukadzdzibin" — "Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (kebenaran)." Ibn Kathir menjelaskan bahawa pengulangan ayat ini sepuluh kali sepanjang surah bukanlah pengulangan yang sia-sia, tetapi satu kaedah penegasan retorik: setiap kali disebutkan satu bukti baharu kekuasaan Allah atau satu nikmat baharu yang didustakan, refrain ini hadir semula sebagai amaran tegas yang mengiringi setiap hujah tersebut.
These verses paint the destruction of the universe when the Last Day comes: stars lose their light, the sky is split open, mountains are blown away, and the messengers are gathered at their appointed time to bear witness — all leading to the Day of Separation (yaum al-fasl).
3.3 Sejarah Umat Terdahulu & Asal Kejadian Manusia (Ayat 16–28)
3.3 Former Nations & the Origin of Man (Verses 16–28)
أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ ١٦
"Bukankah Kami telah binasakan orang-orang dahulu (yang ingkar derhaka, seperti kaum Nabi Nuh, Aad dan Thamud)?" — Al-Mursalat 77:16
"Did We not destroy the former peoples?" — Al-Mursalat 77:16
أَلَمْ نَخْلُقْكُم مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ ٢٠
"Bukankah Kami telah menciptakan kamu dari air (benih) yang sedikit dipandang orang?" — Al-Mursalat 77:20
"Did We not create you from a liquid disdained?" — Al-Mursalat 77:20
فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ٢١
"Lalu Kami jadikan air (benih) itu pada tempat penetapan yang kukuh," — Al-Mursalat 77:21
"And We placed it in a firm lodging" — Al-Mursalat 77:21
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا ٢٥
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi (sebagai tempat) penampung dan penghimpun (penduduknya)? -" — Al-Mursalat 77:25
"Have We not made the earth a container" — Al-Mursalat 77:25
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَبَالًا شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُم مَّاءً فُرَاتًا ٢٧
"Dan Kami telah jadikan di bumi: gunung-ganang yang menetapnya, yang tinggi menjulang; dan Kami telah memberi minum kepada kamu air yang tawar lagi memuaskan dahaga?" — Al-Mursalat 77:27
"And We placed therein lofty, firmly set mountains and have given you to drink sweet water." — Al-Mursalat 77:27
Allah mengingatkan tentang nasib umat-umat terdahulu yang dibinasakan kerana mendustakan Rasul mereka — peringatan supaya umat akhir zaman tidak mengulangi kesilapan yang sama. Kemudian perhatian beralih kepada bukti kekuasaan Allah dalam diri manusia sendiri: "Bukankah Kami telah menciptakan kamu (bermula) dari air (mani) yang dipandang hina?" (ayat 20). Ayat ini menggariskan proses penciptaan manusia — dari air mani yang ditempatkan pada "tempat penetapan yang kukuh terpelihara" (rahim ibu) hingga ke "suatu masa yang termaklum" (kelahiran). Seterusnya, Allah mengingatkan tentang bumi sebagai "tempat berhimpun" bagi yang hidup dan yang mati, serta gunung-ganang yang tinggi menjulang dan air tawar yang memuaskan dahaga — semuanya merupakan nikmat besar yang sering dipandang ringan oleh manusia, sedangkan setiap satu daripadanya adalah bukti kekuasaan dan kasih sayang Allah yang patut disyukuri, bukan didustakan.
Allah reminds of the fate of earlier nations destroyed for denying their messengers, then turns to man's own origin from a "disdained liquid" placed in a secure lodging for a known term — and to the earth as a container for the living and the dead, with firm mountains and sweet water.
3.4 Azab Neraka bagi Golongan Mendustakan (Ayat 29–40)
3.4 The Punishment of the Deniers (Verses 29–40)
انطَلِقُوا إِلَى مَا كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ ٢٩
"(Dikatakan kepada mereka semasa ditimpakan dengan azab): "Pergilah kepada azab yang dahulu kamu mendustakannya." — Al-Mursalat 77:29
"[They will be told], "Proceed to that which you used to deny." — Al-Mursalat 77:29
انطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلَاثِ شُعَبٍ ٣٠
""Pergilah kamu kepada naungan (asap neraka) yang bercabang tiga, -" — Al-Mursalat 77:30
"Proceed to a shadow [of smoke] having three columns" — Al-Mursalat 77:30
لَّا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ ٣١
""Yang tidak dapat dijadikan naungan, dan tidak dapat memberikan sebarang lindungan dari julangan api neraka." — Al-Mursalat 77:31
"[But having] no cool shade and availing not against the flame."" — Al-Mursalat 77:31
إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ ٣٢
""Sesungguhnya neraka itu melemparkan bunga api, (yang besarnya) seperti bangunan besar," — Al-Mursalat 77:32
"Indeed, it throws sparks [as huge] as a fortress," — Al-Mursalat 77:32
كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ ٣٣
""(Banyaknya dan warnanya) bunga api itu seolah-olah rombongan unta kuning"." — Al-Mursalat 77:33
"As if they were yellowish [black] camels." — Al-Mursalat 77:33
Bahagian ini melukiskan dengan terperinci azab yang menanti golongan yang mendustakan kebenaran: mereka diarah pergi kepada naungan asap neraka yang mempunyai tiga cabang, namun naungan itu sendiri tidak melindungi mereka daripada panas, bahkan bunga api yang dilemparkan neraka itu besarnya seperti bangunan istana dan seakan rangkaian unta yang berwarna kuning. Pada hari itu juga, mereka tidak diberi peluang berkata-kata untuk membela diri, mahupun diizinkan memohon keampunan — satu gambaran yang amat berbeza dengan anggapan sesetengah golongan bahawa mereka akan dapat berhujah atau bertaubat pada saat akhir. Allah turut mencabar secara langsung: "Kalau kamu mempunyai sebarang muslihat (untuk menyelamatkan diri), maka cubalah lakukan terhadap-Ku" (ayat 39) — penegasan mutlak bahawa tidak ada kuasa lain yang dapat menandingi kekuasaan Allah pada hari tersebut.
This part describes in detail the punishment awaiting the deniers: they are told to proceed to a shadow of three columns of smoke that gives no shade against the flames, while Hell throws sparks as large as fortresses, like yellowish camels. On that Day they will not speak, nor be allowed to make excuses.
3.5 Nikmat Syurga bagi Orang Bertakwa (Ayat 41–45)
3.5 The Bliss of the Righteous (Verses 41–45)
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ ٤١
"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di tempat teduh (yang dipenuhi pelbagai nikmat), dan yang berdekatan dengan matair-matair (yang mengalir), -" — Al-Mursalat 77:41
"Indeed, the righteous will be among shades and springs" — Al-Mursalat 77:41
وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ ٤٢
"Serta menikmati buah-buahan dari segala jenis yang mereka ingini." — Al-Mursalat 77:42
"And fruits from whatever they desire," — Al-Mursalat 77:42
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ٤٣
"(Pada ketika itu dikatakan kepada mereka): "Makanlah dan minumlah kamu dengan lazatnya, disebabkan apa yang kamu telah kerjakan."" — Al-Mursalat 77:43
"[Being told], "Eat and drink in satisfaction for what you used to do."" — Al-Mursalat 77:43
إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ٤٤
"Sesungguhnya, demikianlah Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan amal-amal yang baik." — Al-Mursalat 77:44
"Indeed, We thus reward the doers of good." — Al-Mursalat 77:44
Selepas gambaran azab yang dahsyat, al-Qur’an beralih kepada gambaran nikmat yang menanti golongan bertakwa: mereka beroleh tempat-tempat yang dilindungi naungan pepohon syurga serta mata air yang mengalir, juga buah-buahan dari segala jenis yang mereka ingini. Mereka dipersilakan makan dan minum dengan lazatnya disebabkan amalan baik yang telah mereka kerjakan semasa di dunia. Susunan ayat ini — daripada azab neraka kepada nikmat syurga — adalah teknik retorik al-Qur’an yang lazim: menunjukkan kedua-dua destinasi yang mungkin, supaya pembaca dapat membuat pilihan yang jelas berasaskan akibat masing-masing. Ayat 44 menegaskan bahawa balasan baik ini adalah ganjaran khusus bagi al-muhsinin — golongan yang berbuat kebaikan dengan ikhlas, bukan sekadar yang beriman secara lahiriah semata-mata.
After the vivid depiction of punishment, the Qur'an turns to the bliss awaiting the righteous: shades, springs and fruits of whatever they desire, with the invitation to eat and drink in satisfaction for what they used to do.
3.6 Penutup — Seruan Terakhir kepada yang Ingkar (Ayat 46–50)
3.6 Conclusion — A Final Call to the Deniers (Verses 46–50)
كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُم مُّجْرِمُونَ ٤٦
"Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (wahai orang-orang yang ingkar derhaka) sementara waktu hidup, (kemudian kamu akan menghadapi bahaya), kerana sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa." — Al-Mursalat 77:46
"[O disbelievers], eat and enjoy yourselves a little; indeed, you are criminals." — Al-Mursalat 77:46
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ ٤٨
"Dan apabila dikatakan kepada mereka (yang ingkar): "Taatlah dan kerjakanlah sembahyang", mereka enggan mengerjakannya." — Al-Mursalat 77:48
"And when it is said to them, "Bow [in prayer]," they do not bow." — Al-Mursalat 77:48
فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ ٥٠
"(Kalau mereka tidak juga mahu beriman kepada keterangan-keterangan yang tersebut) maka kepada perkataan yang mana lagi, sesudah itu, mereka mahu beriman?" — Al-Mursalat 77:50
"Then in what statement after the Qur'an will they believe?" — Al-Mursalat 77:50
Surah ini ditutup dengan seruan yang tegas kepada golongan yang ingkar untuk "makan dan bersuka" sementara waktu di dunia, sebelum menghadapi akibat dosa-dosa mereka. Ayat 48 menyebut satu sifat khusus golongan munafik dan ingkar ini: apabila diajak untuk tunduk dan menunaikan solat, mereka enggan melakukannya — satu petanda jelas kekosongan iman dalam hati mereka. Ayat penutup surah, "Maka kepada perkataan (Al-Qur’an) yang mana lagi, sesudah itu, mereka mahu beriman?" (ayat 50), merupakan persoalan retorik yang amat mendalam: jika seluruh hujah, bukti, dan amaran yang telah dipaparkan sepanjang surah ini masih tidak cukup untuk menggerakkan hati seseorang kepada keimanan, maka apa lagikah yang boleh menggerakkannya? Inilah sebabnya, sebagaimana dinyatakan dalam Hadith sahih, surah ini merupakan antara yang terakhir didengar daripada bacaan Rasulullah ﷺ — satu peringatan abadi yang turut menjadi peringatan terakhir baginda kepada umatnya.
The surah closes with a stern call to the deniers to "eat and enjoy a little" before facing the consequences, notes their refusal to bow in prayer, and ends with a piercing question: in what statement after this will they believe?
Bahagian 4
Section 4
I'jaz Ilmi — Sains & Kesihatan
Quran & Science
Bahagian ini menghuraikan beberapa aspek I’jaz Ilmi (mukjizat saintifik) yang terkandung dalam Surah Al-Mursalat, dengan merujuk kepada tafsir klasik para ulama serta penemuan sains moden yang relevan.
This section discusses aspects of I'jaz 'Ilmi in Surah Al-Mursalat, referring first to classical tafsir, with honest notes on the limits of interpretation.
4.1 Gunung-Ganang Sebagai Pasak Bumi (Ayat 27)
4.1 Mountains as Pegs of the Earth (Verse 27)
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَبَالًا شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُم مَّاءً فُرَاتًا ٢٧
"Dan Kami telah jadikan di bumi: gunung-ganang yang menetapnya, yang tinggi menjulang; dan Kami telah memberi minum kepada kamu air yang tawar lagi memuaskan dahaga?" — Al-Mursalat 77:27
"And We placed therein lofty, firmly set mountains and have given you to drink sweet water." — Al-Mursalat 77:27
📖 Tafsir Klasik: Imam Ibn Kathir dalam tafsirnya menjelaskan bahawa gunung-ganang dijadikan Allah sebagai pasak yang mengukuhkan bumi, supaya ia sesuai untuk didiami dan tidak terumbang-ambing dengan penghuninya. Pandangan ini selari dengan ayat lain dalam Surah An-Nabaʻ (78:7) yang menyebut gunung sebagai "pasak" (awtad) bagi bumi.
📖 Classical Tafsir: Ibn Kathir explains that Allah made mountains as pegs that make the earth firm, so that it is fit to live on and does not sway with its inhabitants — in harmony with An-Naba' 78:7, which calls mountains "pegs" (awtad).
🔬 Penemuan Sains: Sains moden mengenai geologi dan tektonik plat mengesahkan bahawa gunung-ganang mempunyai akar yang tertanam jauh di bawah permukaan bumi, sering mencapai beberapa kali ganda lebih dalam berbanding ketinggian yang kelihatan di permukaan — menyerupai bentuk sebuah pasak. Konsep "akar gunung" (mountain roots) mula dikemukakan secara saintifik pada pertengahan abad ke-19, melalui kajian oleh Sir George Airy dan kemudiannya disokong oleh teori isostasi dan tektonik plat moden. Buku rujukan geologi "Earth" oleh Press dan Siever turut menggambarkan akar gunung yang menjunam jauh ke dalam kerak bumi. Namun perlu dinyatakan secara jujur: geologi moden tidak menyatakan bahawa gunung menghalang gempa bumi — kaitan "pasak" dengan "penstabil" lebih tepat difahami menurut tafsiran ulama sebagai nikmat yang menjadikan bumi sesuai didiami.
🔬 Science: Geology shows that mountains have roots extending deep below the surface, often several times deeper than their visible height — resembling a peg. The concept of "mountain roots" was first proposed in the mid-19th century (Sir George Airy) and later supported by isostasy and plate tectonics. Honestly stated, modern geology does not say mountains prevent earthquakes; the link between "pegs" and "stability" is best understood, as the commentators explain, as a blessing that makes the earth habitable.
Sebahagian penulis I‘jaz Ilmi sering memetik nama tokoh geologi seperti Frank Press dalam perbincangan ini; namun perlu dinyatakan bahawa buku teks beliau hanya menghuraikan struktur akar gunung, dan tidak membuat sebarang kenyataan tentang al-Qur’an. Pendekatan Iʻjaz Ilmi di sini bukanlah untuk mendakwa al-Qur’an sebagai buku geologi, tetapi untuk menunjukkan keserasian yang menakjubkan antara pemerhatian Ilahi dan penemuan sains tanpa sebarang percanggahan.
Some I'jaz writers cite geologists such as Frank Press in this discussion; it should be noted that his textbook only describes the structure of mountain roots and makes no statement about the Qur'an. The aim of I'jaz 'Ilmi here is not to claim the Qur'an is a geology book, but to show the harmony between revelation and observation without contradiction.
4.2 Penciptaan Manusia dari "Air yang Dipandang Hina" (Ayat 20–23)
4.2 Human Creation from a "Disdained Liquid" (Verses 20–23)
أَلَمْ نَخْلُقْكُم مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ ٢٠
"Bukankah Kami telah menciptakan kamu dari air (benih) yang sedikit dipandang orang?" — Al-Mursalat 77:20
"Did We not create you from a liquid disdained?" — Al-Mursalat 77:20
فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ٢١
"Lalu Kami jadikan air (benih) itu pada tempat penetapan yang kukuh," — Al-Mursalat 77:21
"And We placed it in a firm lodging" — Al-Mursalat 77:21
إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُومٍ ٢٢
"Hingga ke suatu masa yang termaklum?" — Al-Mursalat 77:22
"For a known extent." — Al-Mursalat 77:22
📖 Tafsir Klasik: Para mufassir seperti at-Tabari dan al-Qurtubi menjelaskan "ma’in mahin" sebagai air mani yang pada zahirnya dipandang hina dan tidak bernilai oleh manusia, namun daripadanya Allah menciptakan makhluk yang begitu sempurna susunannya. Ayat seterusnya menyatakan bahawa air ini diletakkan pada "qararin makin" (tempat penetapan yang kukuh terpelihara) — iaitu rahim ibu — sehingga ke "qadarin ma’lum" (suatu masa yang termaklum), iaitu tempoh kelahiran yang telah ditentukan.
📖 Classical Tafsir: At-Tabari and al-Qurtubi explain "ma'in mahin" as the seminal fluid regarded as lowly, from which Allah creates a perfectly formed being; it is placed in "qararin makin" — the womb — until "qadarin ma'lum", the appointed time of birth.
🔬 Penemuan Sains: Embriologi moden mengesahkan bahawa rahim ibu memang direka secara unik untuk melindungi dan memelihara janin yang sedang berkembang: lapisan otot rahim (myometrium), cecair amniotik yang menjadi penampan kejutan, plasenta yang menyalurkan nutrien dan oksigen, serta sistem imun yang menghalang penolakan janin oleh badan ibu — semuanya berfungsi sebagai "tempat penetapan yang kukuh terpelihara" sebagaimana digambarkan al-Qur’an. Profesor Keith Moore dari Universiti Toronto pernah menyatakan kekagumannya terhadap deskripsi peringkat-peringkat perkembangan janin dalam al-Qur’an dan Hadith Nabi ﷺ — walaupun penilaian beliau turut dipertikaikan oleh sebahagian ahli akademik.
🔬 Science: Embryology shows the womb is uniquely suited to protect the developing foetus: the muscular myometrium, shock-absorbing amniotic fluid, the placenta supplying nutrients and oxygen, and immune adaptations preventing rejection — a "secure lodging". Prof. Keith Moore once expressed admiration for Qur'anic descriptions of embryonic stages, though his assessment has also been disputed by some academics.
4.3 Air Tawar & Kepentingan Hidrasi (Ayat 27)
4.3 Fresh Water & Hydration (Verse 27)
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَبَالًا شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُم مَّاءً فُرَاتًا ٢٧
"Dan Kami telah jadikan di bumi: gunung-ganang yang menetapnya, yang tinggi menjulang; dan Kami telah memberi minum kepada kamu air yang tawar lagi memuaskan dahaga?" — Al-Mursalat 77:27
"And We placed therein lofty, firmly set mountains and have given you to drink sweet water." — Al-Mursalat 77:27
📖 Tafsir Klasik: Ayat ini menyebut nikmat air tawar (al-furat) sebagai salah satu daripada nikmat besar Allah kepada manusia, disebut serentak dengan nikmat gunung-ganang. Para mufassir menjelaskan bahawa perkataan "furat" merujuk kepada air yang amat tawar dan menyegarkan, berbeza dengan air masin di lautan yang tidak boleh diminum secara terus.
📖 Classical Tafsir: The verse mentions fresh water (al-furat) as one of Allah's great blessings, alongside mountains. The commentators explain "furat" as very sweet, refreshing water, unlike undrinkable sea water.
🔬 Penemuan Sains: Dari perspektif kesihatan moden, air membentuk kira-kira 60 peratus daripada berat badan manusia dewasa dan terlibat dalam hampir setiap proses fisiologi badan — pengangkutan nutrien, peraturan suhu badan, fungsi buah pinggang, dan pengekalan jumlah darah yang mencukupi. Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) serta kajian-kajian klinikal mengesahkan bahawa kekurangan air (dehidrasi) walaupun pada tahap ringan boleh menjejaskan fungsi kognitif, tenaga, dan kesihatan buah pinggang dalam jangka masa panjang.
🔬 Science: Water makes up about 60% of adult body weight and is involved in nearly every physiological process. The WHO and clinical studies confirm that even mild dehydration can impair cognition, energy and long-term kidney health.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
Berikut adalah lima Hadith sahih yang berkaitan secara langsung dengan Surah Al-Mursalat, sama ada dari segi sebab penurunannya, tema utamanya, ataupun kandungan ayat-ayatnya. Setiap Hadith telah disahkan rujukannya melalui sunnah.com sebelum dimasukkan ke dalam eBook ini.
The following five hadith relate directly to Surah Al-Mursalat — its revelation, its main themes, or the lessons it contains.
☾ Hadis 1 — Surah Al-Mursalat Diturunkan di Gua Mina
☾ Hadith 1 — Surah Al-Mursalat Revealed in a Cave at Mina
حَدَّثَنِي مَحْمُودٌ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَأُنْزِلَتْ عَلَيْهِ وَالْمُرْسَلاَتِ، وَإِنَّا لَنَتَلَقَّاهَا مِنْ فِيهِ فَخَرَجَتْ حَيَّةٌ، فَابْتَدَرْنَاهَا فَسَبَقَتْنَا فَدَخَلَتْ جُحْرَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " وُقِيَتْ شَرَّكُمْ، كَمَا وُقِيتُمْ شَرَّهَا " .
Daripada ‘Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه, beliau berkata:
“Kami bersama Rasulullah ﷺ ketika diturunkan kepada Baginda surah Wal-Mursalat. Dan sesungguhnya kami sedang menerima (mempelajari) surah itu terus daripada mulut Baginda. Tiba-tiba keluar seekor ular, lalu kami segera mengejarnya untuk membunuhnya. Namun ia mendahului kami dan masuk ke dalam lubangnya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Ia telah dipelihara daripada kejahatan kamu, sebagaimana kamu juga dipelihara daripada kejahatannya.’”
'Abdullah ibn Mas'ud said: "We were with the Messenger of Allah ﷺ when Wal-Mursalat was revealed to him, and we were receiving it fresh from his mouth. Suddenly a snake came out, and we rushed to kill it, but it escaped. The Messenger of Allah ﷺ said: 'It was saved from your harm just as you were saved from its harm.'"
Riwayat: Sahih al-Bukhari (4930) — Kitab at-Tafsir
Sanad: Mahmud → 'Ubaidullah → Isra'il → Mansur → Ibrahim → 'Alqamah → 'Abdullah bin Mas'ud RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (4930) — Book of Tafsir
Chain: Mahmud → 'Ubaidullah → Isra'il → Mansur → Ibrahim → 'Alqamah → 'Abdullah bin Mas'ud RA
✔ Sahih
☾ Hadis 2 — Gunung-Ganang Menstabilkan Bumi
☾ Hadith 2 — Mountains Made the Earth Settle
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، حَدَّثَنَا الْعَوَّامُ بْنُ حَوْشَبٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الأَرْضَ جَعَلَتْ تَمِيدُ فَخَلَقَ الْجِبَالَ فَعَادَ بِهَا عَلَيْهَا فَاسْتَقَرَّتْ فَعَجِبَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ شِدَّةِ الْجِبَالِ قَالُوا يَا رَبِّ هَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنَ الْجِبَالِ قَالَ نَعَمِ الْحَدِيدُ . قَالُوا يَا رَبِّ فَهَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنَ الْحَدِيدِ قَالَ نَعَمِ النَّارُ . فَقَالُوا يَا رَبِّ فَهَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنَ النَّارِ قَالَ نَعَمِ الْمَاءُ . قَالُوا يَا رَبِّ فَهَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنَ الْمَاءِ قَالَ نَعَمْ الرِّيحُ قَالُوا يَا رَبِّ فَهَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنَ الرِّيحِ قَالَ نَعَمِ ابْنُ آدَمَ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ بِيَمِينِهِ يُخْفِيهَا مِنْ شِمَالِهِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مَرْفُوعًا إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ .
Daripada Anas bin Malik رضي الله عنه, daripada Nabi ﷺ, Baginda bersabda:
“Apabila Allah menciptakan bumi, ia bergoncang. Maka Allah menciptakan gunung-ganang lalu menancapkannya pada bumi, maka bumi pun menjadi stabil.
Para malaikat kagum dengan kekuatan gunung-ganang lalu berkata: ‘Wahai Tuhan kami, adakah dalam kalangan makhluk-Mu sesuatu yang lebih kuat daripada gunung?’
Allah berfirman: ‘Ya, anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya dan menyembunyikannya daripada tangan kirinya.’”
Anas ibn Malik reported that the Prophet ﷺ said: "When Allah created the earth, it began to shake, so He created the mountains and set them upon it, and it settled. The angels were amazed at the strength of the mountains… (iron, fire, water, wind)… 'Yes — the son of Adam who gives charity with his right hand, hiding it from his left.'" At-Tirmidhi said: this hadith is gharib.
Riwayat: Jami' at-Tirmidhi (3369) — Kitab Tafsir al-Qur'an
Sanad: Muhammad bin Basysyar → Yazid bin Harun → Al-'Awwam bin Hausyab → Sulaiman bin Abi Sulaiman → Anas bin Malik RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (3369) — Chapters on Tafsir
Chain: Muhammad bin Basysyar → Yazid bin Harun → Al-'Awwam bin Hausyab → Sulaiman bin Abi Sulaiman → Anas bin Malik RA
✔ Hasan (Darussalam); gharib menurut at-Tirmidhi
☾ Hadis 3 — Matahari Didekatkan pada Hari Kiamat
☾ Hadith 3 — The Sun Brought Near on the Day of Resurrection
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى أَبُو صَالِحٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ، جَابِرٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ، حَدَّثَنِي الْمِقْدَادُ بْنُ الأَسْوَدِ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ " . قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ أَمَسَافَةَ الأَرْضِ أَمِ الْمِيلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ . قَالَ " فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا " . قَالَ وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ .
Daripada al-Miqdad bin al-Aswad رضي الله عنه, beliau berkata:
Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Matahari akan didekatkan kepada makhluk pada hari kiamat sehingga jaraknya daripada mereka hanya kira-kira satu mil.”
“Maka manusia akan berada dalam peluh mereka menurut kadar amalan mereka.
Ada yang peluhnya sampai ke buku lali,ada yang sampai ke lutut,ada yang sampai ke pinggang,dan ada yang peluhnya sampai menenggelamkannya.”
Perawi berkata: Dan Rasulullah ﷺ memberi isyarat dengan tangan Baginda ke arah mulutnya (menunjukkan peluh menutup hingga ke mulut).
Al-Miqdad ibn al-Aswad said: I heard the Messenger of Allah ﷺ say: "On the Day of Resurrection the sun will be brought near to the creation until it is about a mile away. People will be in sweat according to their deeds — some up to their ankles, some to their knees, some to their waists, and some will be bridled by it." And the Messenger of Allah ﷺ pointed to his mouth.
Riwayat: Sahih Muslim (2864) — Kitab al-Jannah
Sanad: Al-Hakam bin Musa → Yahya bin Hamzah → 'Abd al-Rahman bin Jabir → Sulaim bin 'Amir → Al-Miqdad bin al-Aswad RA
Narrated in: Sahih Muslim (2864) — Book of Paradise
Chain: Al-Hakam bin Musa → Yahya bin Hamzah → 'Abd al-Rahman bin Jabir → Sulaim bin 'Amir → Al-Miqdad bin al-Aswad RA
✔ Sahih
☾ Hadis 4 — Bantahan terhadap yang Mendustakan Kebangkitan
☾ Hadith 4 — Refuting the Deniers of Resurrection
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " قَالَ اللَّهُ كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّاىَ فَقَوْلُهُ لَنْ يُعِيدَنِي كَمَا بَدَأَنِي، وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَىَّ مِنْ إِعَادَتِهِ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّاىَ فَقَوْلُهُ اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا، وَأَنَا الأَحَدُ الصَّمَدُ لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لِي كُفْأً أَحَدٌ ".
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, bahawa Nabi ﷺ bersabda:
Allah berfirman:
“Anak Adam telah mendustakan-Ku, padahal tidak sepatutnya dia berbuat demikian. Dan dia telah mencela-Ku, padahal tidak sepatutnya dia berbuat demikian.
Adapun pendustaannya terhadap-Ku ialah ucapannya: ‘Dia (Allah) tidak akan menghidupkan aku kembali sebagaimana Dia menciptakan aku pada permulaannya.’
Padahal menciptakan kali pertama itu tidaklah lebih mudah bagi-Ku daripada mengulanginya kembali.
Adapun celaannya terhadap-Ku ialah ucapannya: ‘Allah mempunyai anak.’
Sedangkan Aku-lah Yang Maha Esa (Al-Ahad), tempat bergantung segala sesuatu (As-Samad), Aku tidak beranak dan tidak diperanakkan,dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Ku.”
Abu Hurairah reported that the Prophet ﷺ said: Allah said: "The son of Adam denied Me, and he had no right to do so; and he abused Me, and he had no right to do so. His denial is his saying, 'He will not recreate me as He created me the first time' — yet the first creation is not easier for Me than recreating him. His abuse is his saying, 'Allah has a son' — while I am the One, the Self-Sufficient; I neither beget nor was begotten, and there is none equal to Me."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (4974) — Kitab at-Tafsir
Sanad: Abu al-Yaman → Syu'aib → Abu az-Zinad → Al-A'raj → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (4974) — Book of Tafsir
Chain: Abu al-Yaman → Syu'aib → Abu az-Zinad → Al-A'raj → Abu Hurairah RA
✔ Sahih
☾ Hadis 5 — Peringkat Penciptaan Manusia dalam Rahim
☾ Hadith 5 — The Stages of Human Creation in the Womb
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ، اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ الْهَمْدَانِيُّ - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا أَبِي وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ قَالُوا حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ " إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا " .
Daripada Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه, beliau berkata:
Rasulullah ﷺ menceritakan kepada kami — dan Baginda adalah orang yang benar lagi dibenarkan —:
“Sesungguhnya salah seorang daripada kamu dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah), kemudian menjadi segumpal darah (‘alaqah) selama tempoh yang sama, kemudian menjadi seketul daging (mudghah) selama tempoh yang sama.
Kemudian diutuskan kepadanya malaikat, lalu ditiupkan roh padanya dan diperintahkan (malaikat itu) dengan empat perkara:
Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya salah seorang daripada kamu melakukan amalan ahli syurga sehingga jarak antaranya dengan syurga tinggal sehasta, lalu ketetapan (takdir) mendahuluinya, maka dia melakukan amalan ahli neraka lalu memasukinya.
Dan sesungguhnya salah seorang daripada kamu melakukan amalan ahli neraka sehingga jarak antaranya dengan neraka tinggal sehasta, lalu ketetapan (takdir) mendahuluinya, maka dia melakukan amalan ahli syurga lalu memasukinya.”
'Abdullah ibn Mas'ud said: The Messenger of Allah ﷺ, the truthful and the believed, told us: "The creation of each of you is gathered in his mother's womb for forty days, then he becomes a clot for the like of that, then a lump for the like of that. Then the angel is sent, breathes the soul into him, and is commanded to write four things: his provision, his lifespan, his deeds, and whether he will be wretched or happy…"
Riwayat: Sahih Muslim (2643a) — Kitab al-Qadar
Sanad: Abu Bakr bin Abi Syaibah → Abu Mu'awiyah & Waki' → Al-A'masy → Zaid bin Wahb → 'Abdullah bin Mas'ud RA
Narrated in: Sahih Muslim (2643a) — Book of Destiny
Chain: Abu Bakr bin Abi Syaibah → Abu Mu'awiyah & Waki' → Al-A'masy → Zaid bin Wahb → 'Abdullah bin Mas'ud RA
✔ Sahih